Penulis: Feri Noperman
-
KITA SAMA TAPI BEDA
Kita ini sama,Sama-sama mengabdi demi mencerdaskan anak bangsaSama-sama meneliti agar sains dan teknologi kita berjayaSama-sama memberdayakan masyarakat agar mereka sejahteraKita ini sama,Sama-sama memiliki Impian yang indah nun jauh di sanaSama-sama ingin mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045Sama-sama ingin bangsa ini mandiri, berdikari, bahkan menjadi adidayaTapi apalah dayaRupanya kita berbedaJalan kalian tampak mulus dan datarSementara jalan…
-
Kolaborasi Manusia dengan Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Produktivitas
Di era digital, informasi melimpah dan mudah diakses, namun juga menimbulkan tantangan seperti akurasi dan kelebihan informasi. Kecerdasan buatan (AI) membantu menyatukan informasi ini, tetapi tetap memerlukan kolaborasi manusia sebagai inisiator, desainer, dan pengulas untuk memastikan hasilnya akurat dan etis. Kolaborasi ini penting untuk memahami dunia yang kompleks.
-
Literasi Sains Anak Indonesia dan Upaya Peningkatannya
Literasi sains adalah kemampuan untuk memahami dan menerapkan konsep ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital, literasi sains penting untuk menghindari hoaks dan memahami teknologi. Indonesia menghadapi tantangan dalam literasi sains, dengan skor PISA yang rendah. Peningkatan literasi sains memerlukan kolaborasi antara orang tua, guru, dan pemerintah.
-
Literasi di Abad 21
Ilmu pengetahuan terus berkembang pesat, yang mendorong muncul dan berkembangnya teknologi baru. Akibatnya, dunia berubah dengan cepat. Pekerjaan baru muncul. Pekerjaan lama menghilang. Di tengah meningkatnya tantangan baru, terselip peluang-peluang baru. Untuk dapat bertahan di tengah perubahan cepat seperti itu, dibutuhkan kemampuan-kemampuan baru. Bagaimanapun, kemampuan-kemampuan dasar yang sudah ada selama ini tetap dibutuhkan sebagai pondasinya.…
-
Pentingnya Membaca Buku di Era Digital dan Kecerdasan Buatan
Membaca buku tetap penting di era digital yang serba cepat, meskipun teknologi dan media sosial semakin mendominasi. Buku menawarkan pengetahuan yang terkurasi, melatih konsentrasi, serta membangun empati dan keterampilan bahasa. Membaca mendukung perkembangan berpikir kritis dan menjaga kedaulatan pikiran di tengah arus informasi digital yang dangkal.
-
Ingin Jadi Kreatif? Latih Keterampilan Berpikir Lateral
Berpikir lateral, yang diperkenalkan oleh Edward de Bono, adalah cara kreatif mencari solusi dengan pendekatan tidak konvensional. Teknik ini meliputi provokasi, masukan acak, pembalikan, tantangan, framing ulang, serta penggunaan analogi. Dengan melatih keterampilan ini, individu dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan kompleks dalam kehidupan sehari-hari.
-
Kecanduan Media Sosial?
Media sosial kini menjadi bagian vital dalam kehidupan sehari-hari, menawarkan hiburan dan koneksi. Namun, penggunaannya bisa menyebabkan kecanduan dan berbagai masalah, seperti gangguan kesehatan mental, penurunan konsentrasi, dan hubungan sosial yang menurun. Penting untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan menetapkan batasan agar terhindar dari dampak negatif.
-
Tips Membuat Media Publikasi Digital Sendiri
Pengertian, Contoh, dan Karakteristik Media Publikasi Digital Bagi seorang penulis, terutama yang sudah mencapai level profesional, memiliki media publikasi sendiri tentu sebuah pencapaian yang luar biasa. Berhubung sekarang ini merupakan era digital, tentu saja media publikasi yang paling efektif adalah media digital. Media publikasi digital merupakan sarana atau platform yang dapat digunakan seorang penulis untuk…
-
Bagaimana Caranya Memonetisasi Blog Pribadi?
Memonetisasi blog pribadi kini menjadi cara populer untuk menghasilkan uang. Langkah-langkahnya dijelaskan melalui artikel ini. Selamat mencoba.
-
Membaca Buku vs Bermain Medsos. Mana yang Lebih Unggul?
Media sosial menawarkan akses informasi cepat, tetapi memiliki kekurangan signifikan dibandingkan membaca buku. Buku meningkatkan konsentrasi, berpikir kritis, dan memperkaya kosakata. Selain itu, buku membangun empati, menenangkan pikiran, dan memperluas wawasan. Meskipun media sosial bermanfaat, membaca buku tetap esensial untuk pengembangan diri yang lebih mendalam dan berkelanjutan.

